Pengembangan Energi Panas Bumi di Daerah Terpencil Pemicu Pertumbuhan Ekonomi
- account_circle Robi
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Riza Pasikki
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Pengembangan energi panas bumi di daerah terpencil dinilai mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sarulla Operation Limited, Riza Pasikki kepada INAnews TV, Rabu (20/5/2026).
Riza mencontohkan Maluku, yang memiliki potensi panas bumi namun permintaan listriknya masih rendah. Menurutnya, kehadiran pembangkit panas bumi justru bisa menarik investor untuk membangun industri pengolahan seperti cold storage maupun smelter di daerah tersebut.
“Secara langsung panas bumi memang tidak diekspor, tapi kehadirannya bisa men-trigger kegiatan ekonomi yang pada ujungnya menghasilkan ekspor,” ujar Riza.
Saat ini Star Energy tengah mengembangkan lapangan Hamidin di Maluku dan berhasil menemukan potensi sebesar 60 MW dari eksplorasi yang dilakukan tahun lalu. Riza juga menegaskan, dengan Indonesia meratifikasi Perjanjian Paris dan berkomitmen menuju net zero emission pada 2060, porsi EBT termasuk panas bumi harus terus ditingkatkan untuk menggantikan pembangkit berbahan bakar fosil.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar