NEWS UPDATE
dark_mode
Top Tags

Manfaat Kunjungan Prabowo ke Rusia

  • account_circle Robi
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan penjelasan terkait kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia, yang sempat menuai pertanyaan publik di tengah berbagai persoalan dalam negeri. Penjelasan ini disampaikan dalam pengarahan pers, Senin (7/9/2026).

Qodari menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia berpedoman pada prinsip bebas aktif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dengan tujuan akhir kepentingan nasional.

“Presiden Prabowo telah menyampaikan pada berbagai kesempatan bahwa dalam hubungan diplomatik, Indonesia berpegang pada prinsip seribu kawan masih terlalu sedikit, sementara satu musuh sudah terlalu banyak,” ujar Qodari.

Menurutnya, kunjungan Prabowo ke Vladivostok merupakan pemenuhan undangan sebagai tamu kehormatan pada Eastern Economic Forum ke-11 dari Presiden Rusia. Ia menyebut Rusia sebagai negara yang sangat strategis, baik secara geopolitik maupun dari sisi sumber daya alam, dan menyebut Presiden Putin bahkan mengundang Prabowo makan siang serta pertemuan bilateral sebelum forum berlangsung.

Qodari juga mengakui bahwa publik kerap mempertanyakan manfaat langsung dari kunjungan luar negeri presiden, terlebih di tengah tantangan domestik seperti gempa di Nusa Tenggara Timur hingga kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi.

“Pertanyaan tersebut tentu wajar, dan pemerintah menghormati hak publik untuk menyampaikan pandangan, pendapat, maupun pertanyaan,” katanya.

Ia memaparkan bahwa sebelum berangkat ke luar negeri, Presiden Prabowo selalu memastikan berbagai persoalan dalam negeri sudah ditangani. Qodari merinci sejumlah kunjungan kerja presiden ke daerah menjelang keberangkatannya ke Rusia, di antaranya ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 22 Agustus 2026, Riau dan Palembang pada 24 Agustus 2026, serta Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Agustus 2026, untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan dampak gempa.

Terkait hasil kunjungan ke Rusia, Qodari menyebut Prabowo mengajak pelaku bisnis global untuk berinvestasi dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.

“Presiden Prabowo mengundang Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral begitu perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo turut mengajak Rusia memperkuat kerja sama di bidang pangan dan energi guna memperkuat kemandirian nasional di tengah ketidakpastian global.

Qodari menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa penyelesaian masalah dalam negeri dan diplomasi luar negeri bukanlah dua hal yang bertentangan.

“Bagi pemerintah, rakyat Indonesia harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap upaya diplomatik,” pungkasnya.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less