NEWS UPDATE
dark_mode
Top Tags

OJK: Sektor Jasa Keuangan Stabil Dukung Ekonomi Agustus 2026

  • account_circle Robi
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. Penilaian ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK yang digelar pada 26 Agustus 2026, sebagaimana tertuang dalam siaran pers bernomor SP 166/OJK/DKPU/IX/2026 yang dirilis di Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Sektor Jasa Keuangan (SJK) stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global,” demikian pernyataan OJK dalam siaran pers tersebut.

Stabilitas ini dinilai turut mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, meski risiko dari kawasan Timur Tengah dan tekanan iklim global masih membayangi.

Risiko Geopolitik dan Inflasi Global Masih Tinggi

OJK mencatat risiko geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi seiring konflik yang berlarut di Iran dan tertutupnya Selat Hormuz. Gangguan jalur distribusi energi tersebut memicu volatilitas harga minyak dan komoditas sehingga tekanan inflasi global bertahan tinggi.

Kondisi tersebut diperberat oleh fenomena El Nino berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai kawasan, meningkatkan risiko gagal panen serta lonjakan harga pangan dunia.

Ekonomi Global Melambat, AS dan Tiongkok Tertekan

Momentum pertumbuhan ekonomi global cenderung termoderasi. Mayoritas negara mencatatkan perlambatan pada triwulan II-2026. Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi turun di bawah ekspektasi, disertai pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang masih tinggi meski tren menurun.

Sementara itu, pertumbuhan PDB Tiongkok pada triwulan II-2026 melambat menjadi 4,3 persen secara tahunan (yoy), dengan data terbaru mengindikasikan pelemahan berlanjut baik pada sektor produksi maupun permintaan domestik.

Di pasar keuangan global, imbal hasil obligasi pemerintah negara maju terus naik akibat meningkatnya kebutuhan pendanaan belanja modal perusahaan teknologi skala besar (hyperscalers), di tengah kebijakan moneter yang tetap ketat. Aliran keluar dana asing dari pasar keuangan sejumlah negara berkembang (emerging markets) juga masih berlangsung.

Ekonomi Domestik Tumbuh 5,29 Persen, Defisit Transaksi Berjalan Melebar

Di dalam negeri, OJK mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 tetap kuat di angka 5,29 persen yoy, meski sedikit melambat dibanding triwulan I-2026 yang tumbuh 5,61 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh investasi, belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penyokong utama.

Inflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen yoy, sementara aktivitas manufaktur berada di zona kontraksi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) di level 49,8.

OJK juga menyoroti ketahanan eksternal ekonomi yang termoderasi, seiring berlanjutnya defisit neraca perdagangan pada Juni 2026 dan melebarnya defisit transaksi berjalan triwulan II-2026 menjadi 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

  • Penulis: Robi

Komentar Anda (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less