NEWS UPDATE
dark_mode
Top Tags

Presiden Prabowo Ingin Riset Jadi Solusi Nyata

  • account_circle Robi
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BRIN melaporkan perkembangan sejumlah strategi penelitian, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengembangan energi alternatif dari sawit, penemuan penelitian dan obat herbal, hingga pembangkitan teknologi untuk masalah sampah.

“Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil penelitian untuk memecahkan masalah karhutla baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan,” tutur Kepala BRIN.

Dalam penanganan karhutla, BRIN telah berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara, dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk melalui operasi dry ice.

Selain penanganan jangka pendek, BRIN juga melakukan penelitian jangka menengah dan panjang, termasuk pengembangan model perambatan api untuk mengantisipasi karhutla pada masa mendatang. “Bapak Presiden juga menekankan pentingnya penelitian jangka menengah, kemudian penelitian jangka panjang bagaimana mengantisipasi di masa depan, termasuk di dalamnya sedang mencari model-model perambatan api itu seperti apa yang sebenarnya sehingga kita bisa mengantisipasi di kemudian hari,” tuturnya.

Di bidang energi, Kepala BRIN melaporkan potensi pemanfaatan limbah sawit menjadi biogas dan energi listrik. Arif menyebutkan, potensi limbah cair pengolahan sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dan tandan kosong sawit dapat diubah menjadi listrik dengan kapasitas sekitar 3,9 gigawatt. “Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang dari 97 triliun per tahun dengan adanya biogas yang bisa diubah menjadi tabung gas, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ucap Arif.

Di bidang kesehatan, Kepala BRIN melaporkan perkembangan penelitian vaksin malaria dengan empat kandidat vaksin yang tengah dikembangkan. Presiden Prabowo memuat agar proses penelitian dipercepat, dengan harapan pengembangan vaksin dapat diselesaikan tiga tahun lebih cepat dari waktu yang seharusnya. “Bapak Presiden meminta agar proses penelitian terkait vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan dukungandari Bapak Presiden terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat tiga tahun lebih cepat dari seharusnya karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria,” ujar Arif.

Arif menjelaskan, pengembangan vaksin malaria juga berpotensi menjadi kontribusi Indonesia bagi dunia, terutama untuk mengatasi jenis parasit yang belum memiliki vaksin, seperti Plasmodium vivax. Selain vaksin, BRIN mengembangkan penelitian obat herbal untuk memperkuat kemandirian obat nasional. “Saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi. Sekarang ingin menuju pada fitofarmaka,” ucapnya.

Terkait persoalan sampah, Presiden Prabowo mendorong percepatan standar teknologi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kepala BRIN menyampaikan bahwa mereka akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memberdayakan perguruan tinggi dalam membantu penanganan sampah di desa-desa.

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi-teknologi tingkat rumah tangga dan tingkat desa ini segera diimplementasikan. Karena BRIN memang bukan lembaga yang bertugas memproduksi. Kita hanya membuat prototype, tapi kita ingin bahwa prototype yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” sambil menegaskan, penerapan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo sekaligus inovasi nasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, harus semakin cepat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia.*

  • Penulis: Robi

Komentar Anda (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less