Kelas Menengah saat Ini Menghadapi Tekanan Berat
- account_circle Robi
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyatakan kelas menengah Indonesia kini menghadapi tekanan paling berat dibandingkan kelompok lain, namun justru paling sedikit mendapat perhatian kebijakan.
“Mereka terlalu kaya untuk mendapatkan bantuan sosial, BBM subsidi, listrik subsidi, tapi mereka juga terlalu bawah untuk dianggap sebagai kelompok paling atas,” kata Bhima dalam wawancara bersama Gita Wirjawan yang tayang Rabu (15/4/2026).
Bhima menilai kebijakan yang menyasar kelas menengah selama ini hanya bersifat sementara. Akibatnya, meski ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen, kualitas pertumbuhan yang dirasakan kelompok ini terus menyusut.
Kondisi ini diperparah oleh sulitnya akses lapangan kerja formal. Bhima menyebut masa tunggu dari kelulusan hingga panggilan wawancara pertama bisa mencapai lima bulan. Fenomena ini ia kaitkan dengan konsep secular stagnation sebagaimana diungkapkan ekonom Larry Summers—pertumbuhan PDB tampak wajar, tetapi lapangan kerja tidak tumbuh memadai.
Bhima merekomendasikan realokasi sebagian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun ke sektor yang lebih langsung menciptakan lapangan kerja formal dan memperkuat daya saing kelas menengah.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar