Dianggap Paham Dapur ESDM, Yuliot Tanjung Diusulkan Gantikan Bahlil
- account_circle Helmi Romdhoni
- calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yuliot Tanjung (foto; dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta – Perombakan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026 membawa perubahan signifikan pada struktur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu perhatian utama publik tertuju pada Bahlil Lahadalia yang kini mengemban dua posisi strategis sekaligus di kabinet.
Bahlil resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Di saat bersamaan, ia masih menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Rangkap jabatan ini memicu sorotan terkait efektivitas tata kelola pemerintahan dan potensi terpecahnya fokus kerja di kementerian yang sangat vital tersebut.
Desakan CBA: Segera Tetapkan Menteri ESDM Definitif
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai kondisi rangkap jabatan ini perlu segera diakhiri. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Bahlil dari posisi Menteri ESDM dan menunjuk pejabat definitif.
Uchok menyarankan agar Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, segera dilantik sebagai Menteri ESDM definitif. Menurutnya, pemisahan peran ini penting agar urusan birokrasi dan perizinan di sektor pertambangan serta energi dapat berjalan lebih cepat.
“Bagi sebagian orang, Bahlil Lahadalia memegang dua jabatan menteri sekaligus terdengar seperti panen raya kekuasaan. Prabowo harus segera mencopot Bahlil dari Menteri ESDM dan melantik Yuliot Tanjung menjadi menteri definitif. Selesai,” tegas Uchok, Minggu 11 Oktober 2026.
Ia menambahkan, keberadaan menteri definitif akan mempercepat penyelesaian berbagai hambatan birokrasi, khususnya sektor perizinan tambang yang selama ini dinilai lambat.
Pengalaman Yuliot Tanjung di Lingkungan ESDM dan Investasi
Pengangkatan Yuliot Tanjung dinilai sebagai langkah masuk akal karena rekam jejak kinerjanya yang intensif mendampingi Bahlil di pemerintahan:
- Wakil Kepala BKPM: Mendampingi Bahlil saat memimpin Kementerian Investasi/BKPM.
- Wakil Menteri ESDM: Mendampingi Bahlil dalam tata kelola energi dan sumber daya mineral.
Dengan rekam jejak tersebut, Yuliot dianggap tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi jika ditunjuk memimpin Kementerian ESDM secara penuh.
CBA memandang pemisahan tugas ini akan membuat Bahlil dapat berfokus penuh pada agenda besar koordinasi hilirisasi dan transisi energi lintas kementerian.
Keputusan akhir kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan arah kebijakan kepemimpinan di Kementerian ESDM demi menjaga fokus kinerja pemerintahan.
- Penulis: Helmi Romdhoni

Saat ini belum ada komentar