Viral Kasus Perundungan di Asrama Telkom University: Muka Ditembak Semburan Api Deodoran, Mahasiswa Gelar Aksi Demo
- account_circle Helmi Romdhoni
- calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Bandung – Kasus perundungan (bullying) kembali mencoreng dunia pendidikan tinggi di Indonesia.
Lingkungan perguruan tinggi yang idealnya menjadi ruang aman dan kondusif bagi para mahasiswa untuk menimba ilmu justru ternoda oleh aksi kekerasan fisik dan psikologis antarsesama penuntut ilmu.
Terbaru, publik digemparkan oleh video aksi perundungan yang melibatkan mahasiswa baru di lingkungan Asrama Telkom University (Tel-U), Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Video rekaman layar (screen recording) yang memperlihatkan dugaan tindakan perundungan tersebut diunggah oleh akun Instagram @salatauman melalui fitur Instagram Stories dengan sematan keterangan singkat, “Hiburan asrama.”
Redaksi juga menemukan video tersebut pada akun X @telufess. Yang diunggah pada 10 Oktober 2026, pukul 11.12 WIB.

Tangkapan gambar video dugaan kasus perundungan mahasiswa Telkom University pada akun X @telufess pada 10 Oktober 2026 (foto: dok)
Unggahan tersebut langsung viral dan memicu kemarahan publik setelah diunggah ulang di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria bertubuh kurus terus-menerus mengganggu rekannya yang mengenakan kacamata di dalam kamar asrama. Korban yang merasa tertekan sempat berupaya keluar ruangan, namun dihalangi oleh terduga pelaku.
Guna menghindari gangguan lebih lanjut, korban memutuskan memanjat ke tempat tidur bagian atas ranjang susun. Kendati demikian, aksi intimidasi tidak berhenti.
Terduga pelaku bertindak nekat dengan menyemprotkan cairan deodoran aerosol ke arah korek api menyala tepat di depan wajah korban, hingga menciptakan semburan api yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa korban.
Tindakan berbahaya ini memicu gelombang kekecewaan berat di kalangan mahasiswa Telkom University.
Kasus bullying tersebut juga langsung mendapat perhatian luas dari para mahasiswa Universitas Telkom lainnya.
Hal itu terlihat dari sejumlah video yang beredar di media sosial TikTok, di mana mereka beramai-ramai berkumpul di halaman asrama menuntut keadilan dari kasus tersebut.
Suasana kekecewaan serta keprihatinan membuncah di lokasi kejadian ketika massa mahasiswa mengecam keras aksi perundungan di lingkungan tempat tinggal mereka, pada Sabtu 10 Oktober 2026, ratusan mahasiswa menggelar aksi berkumpul di halaman asrama kampus.
Massa menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menuntut keadilan serta tindakan tegas dari pihak rektorat atas aksi kekerasan yang terjadi di area tempat tinggal mereka.
Tanggapan Telkom University
Merespons polemik tersebut, pihak Humas Telkom University membenarkan insiden yang terjadi pada Jumat (10/10/2026) malam di area asrama kampus.
Humas Telkom University, Adrianai, mengonfirmasi bahwa kasus tersebut sudah ditangani secara resmi oleh Komite Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Tel-U. Pihak kampus juga memastikan dua orang terduga pelaku telah ditindak.
“Informasi yang kami terima dari bidang kemahasiswaan, terduga pelaku yang berjumlah dua orang sudah diamankan oleh pihak kemahasiswaan,” ujar Adrianai, seperti dikutip tvOnews.com pada, Sabtu 10 Oktober 2026.
Pihak manajemen Telkom University berjanji akan menyampaikan perkembangan dan kelengkapan informasi penanganan kasus ini secara transparan kepada publik setelah proses pemeriksaan oleh komite selesai dilakukan.
- Penulis: Helmi Romdhoni

Saat ini belum ada komentar