Cadangan Devisa Indonesia 145,6 Miliar Dolar AS Rawan Hot Money
- account_circle Robi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Cadangan devisa Indonesia yang tercatat sekitar 145,6 miliar dolar AS dinilai rapuh. Ekonom Ferry Latuhihin menyebut sebagian besar tambahannya berasal dari dana jangka pendek (hot money) yang bisa keluar sewaktu-waktu.
“Cadangan devisa kita juga tidak terlalu kinclong,” kata Ferry dalam kanal YouTube-nya, Kamis (8/10/2026). Menurut dia, cadangan itu harus dikurangi kewajiban kontingen (contingent liabilities) dari dana asing yang masuk lewat swap dengan BI.
Ferry mengatakan nilai swap itu sekitar 27 miliar dolar AS pada Juni lalu dan kini mungkin hampir 40 miliar dolar AS. Angka tersebut setara sekitar 25 persen dari cadangan devisa. “Ini sangat berbahaya, karena uang yang masuk menjadi cadangan devisa BI adalah hot money, uang panas, yang kapan saja bisa masuk dan kapan saja bisa keluar,” ujarnya.
Jika dana itu ditarik tahun depan, Ferry memperkirakan cadangan devisa bisa tersisa 105 miliar hingga 110 miliar dolar AS. “Tentu bisa membuat rupiah semakin terguling,” katanya.
Ia juga mempertanyakan kemampuan BI menahan dolar secara terus-menerus. Menurut Ferry, satu-satunya alat yang kini dipakai adalah intervensi di pasar valas. Menaikkan BI Rate justru dinilainya berisiko karena dapat mendorong naik yield Surat Berharga Negara (SBN) dan menekan harganya. Padahal sekitar 20 persen aset perbankan nasional berupa SBN.
“Kalau 20 persen dari aset mereka mengalami penurunan nilai akibat naiknya yield SBN, ini bisa membuat kita kembali kekeringan likuiditas,” kata Ferry. Kondisi itu, menurutnya, membuat bank sulit menyalurkan kredit kepada dunia usaha.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar