NEWS UPDATE
dark_mode
Top Tags

IHSG di Bawah 6.100, Rupiah 17.900 Tertekan Yield AS

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dan ditutup di bawah level 6.100 pada sesi pertama perdagangan Kamis (8/10/2026). Rupiah juga kembali melewati Rp17.900 per dolar AS. Ekonom Ferry Latuhihin menilai pemicu utamanya adalah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat yang tak kunjung reda.

Menurut Ferry, IHSG melemah sekitar 49 poin pada sesi pertama. Indeks sempat rebound dua hingga tiga hari sebelumnya, tetapi kembali merosot. “Yang jelas indeks tidak sanggup naik,” ujar Ferry dalam kanal YouTube-nya, Kamis.

Ferry menyebut yield obligasi AS tenor 10 tahun sudah di atas 5,3 persen, sedangkan tenor 30 tahun hampir menyentuh 5,7 persen. “Tidak aneh kalau rupiah tertekan karena ini adalah kekuatan dari dolar itu sendiri, dengan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika,” katanya.

Tekanan itu, lanjutnya, terjadi meski Bank Indonesia (BI) mengintervensi pasar setiap hari. Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp18.000 per dolar AS sekitar sepekan lalu. “Dari 17.900 ke 18.000 tampaknya tidak susah,” kata Ferry.

Investor asing, menurut dia, juga masih mencatat jual bersih (net sell) di pasar saham domestik. Ia menduga hal itu karena mereka kurang percaya pada kinerja ekonomi Indonesia. “Mereka terus keluar dari Indonesia,” ujarnya.

Ferry tidak menutup kemungkinan IHSG turun lebih dalam. “Besok bisa jatuh ke bawah 6.000 bukan sesuatu yang mustahil,” ucapnya.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less