Talkshow Success Story Depok UMKM Expo 2026, hadirkan Perspektif Bisnis para Enterpreneur Sukses
- account_circle Irfan Ahdiyat
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Depok — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, dr. Karlina, MARS, yang juga dikenal sebagai owner RS Graha Permata Ibu (GPI) Depok, menghadirkan perspektif bisnis dan pengalaman kewirausahaan dalam agenda Success Story Talk Show pada rangkaian Depok UMKM Expo 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Karlina menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan, penguatan kualitas produk, digitalisasi, serta perluasan jaringan pemasaran sebagai langkah strategis untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas.
Sebagai informasi, kegiatan yang digelar terpisah dengan stand serta panggung UMKM Expo 2026, berlangsung di Aula Lt 10, Gedung Baleka II, Balai Kota Depok, jl Raya Margonda pada Sabtu (07/11/2026).
Acara tersebut turut hadir Ketua TP-KK kota Depok, Hj. Siti Barkah Hasanah, M.Ag, dan sejumlah narasumber jajaran OPD serta yang memiliki pengalaman dalam membangun dan mengembangkan bisnis, di antaranya Masmono, Founder ABMM, serta Hendi Setiono, Founder Kebab Baba Rafi.
Melalui forum berbagi pengalaman tersebut, Ketua Kadin Kota Depok ingin memberikan inspirasi sekaligus membuka wawasan para pelaku UMKM mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Karlina menjelaskan, keterlibatan Kadin dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Bahkan, pengembangan UMKM akan ditempatkan sebagai salah satu program rutin tahunan yang mendapatkan perhatian khusus dari Kadin Kota Depok.
“Melalui kegiatan hari ini, Kadin hadir untuk memberikan kisah sukses yang bisa menjadi inspirasi bagi peserta UMKM. Perkembangan dan kemajuan UMKM merupakan salah satu program yang akan kami laksanakan secara rutin setiap tahun, sehingga kita bisa mendorong UMKM untuk berkembang lebih besar dan naik kelas,” ungkap Karlina, sebagai pembicara di talk show.
Menurutnya, upaya mendorong UMKM naik kelas membutuhkan pemahaman menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi pelaku usaha. Salah satu tantangan mendasar adalah kesiapan permodalan, baik untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun mendukung pengembangan usaha secara keseluruhan.
Selain modal, Karlina juga menjelaskan peningkatan kapasitas produk juga menjadi perhatian penting. Karlina menilai, pelaku UMKM perlu mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan hasil produksinya agar memiliki karakteristik unggulan, kualitas yang konsisten, serta kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas.
Proses tersebut menurut Karlina membutuhkan pembinaan dan kurasi produk agar UMKM tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar internasional. “Beberapa produk perlu dipilih dan dibimbing kembali agar bisa menjadi produk unggulan yang lebih baik serta lebih siap bersaing di pasar, baik domestik maupun luar negeri,” jelasnya.
Karlina juga memberikan perhatian terhadap tantangan biaya produksi yang semakin kompleks. Kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan pokok, disertai kondisi daya beli masyarakat yang mengalami tekanan, membuat pelaku UMKM harus lebih cermat dalam menentukan strategi bisnis.
Baginya, efisiensi produksi menjadi kebutuhan penting, tetapi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas produk.
Pelaku usaha, lanjutnya, harus mampu menemukan formula yang tepat agar biaya dapat ditekan, harga jual tetap kompetitif, dan mutu produk tetap terjaga. “Bagaimana mereka mampu menciptakan produk dengan harga jual yang tidak harus naik, tetapi mutunya tetap bagus dan biaya produksinya bisa ditekan. Ini membutuhkan bimbingan, analisis lebih lanjut, dan waktu bagi UMKM untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut,” paparnya.

dr. Karlina, MARS saat penyampaian materi dalam kegiatan Succsess Story talk show Depok UMKM Expo 2026
Ia menambahkan, keseimbangan antara biaya produksi, harga jual, dan margin keuntungan harus menjadi perhatian. Sebab, keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk, tetapi juga oleh kemampuan mengelola bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
Dalam pengelolaan dan kemampuan yang dimiliki pelaku usaha, Karlina menilai UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian. Ketahanan sektor ini telah memperlihatkan pentingnya peran usaha kecil dan menengah ketika perekonomian menghadapi tekanan maupun krisis.
Oleh karena itu, Kadin Kota Depok berkomitmen memberikan porsi perhatian lebih terhadap pembinaan UMKM agar para pelaku usaha mampu berkembang menjadi pengusaha yang lebih profesional, memiliki skala bisnis lebih besar, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Penting diketahui ada empat langkah Kadin mendorong UMKM naik kelas.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, dengan cermat Karlina memaparkan sejumlah langkah konkret yang akan menjadi bagian dari agenda pembinaan Kadin Kota Depok.
Pertama, Kadin akan menyelenggarakan pelatihan berdasarkan kebutuhan dan kendala yang benar-benar dihadapi pelaku UMKM. Dengan pendekatan tersebut, materi pembinaan diharapkan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung terhadap pengembangan usaha.
Kedua, mempertemukan pelaku UMKM dengan sesama pengusaha maupun pelaku bisnis lainnya untuk membangun kolaborasi. Menurut Karlina, kerja sama merupakan salah satu cara untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas jaringan, dan membuka kesempatan memasuki pasar baru.
Melalui kolaborasi, pelaku UMKM juga berpeluang meningkatkan mutu serta nilai tambah produk dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan masing-masing.
Ketiga, mendorong pemanfaatan digitalisasi dan teknologi dalam aktivitas bisnis. Karlina menilai perkembangan teknologi harus menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM, termasuk dalam proses produksi agar lebih efisien, produktif, dan mampu meminimalkan risiko kesalahan manusia atau human error.
“UMKM harus mampu menciptakan produk dengan mutu yang tidak diturunkan, tetapi dari sisi biaya harus lebih efisien. Salah satunya bisa ditempuh dengan melibatkan teknologi yang ada dan memperkecil risiko human error,” tuturnya.
Keempat, membantu pelaku UMKM menemukan peluang pasar baru serta mempertemukan mereka dengan calon mitra bisnis potensial. Upaya ini tidak hanya terbatas di wilayah Depok, tetapi juga membuka kesempatan menjalin kerja sama dengan pelaku usaha dari kabupaten dan kota lain, bahkan lintas provinsi apabila memungkinkan.
Mengenai upaya kolaborasi dan menjalin kerja sama Karlina berharap, perluasan jaringan bisnis tersebut dapat menjadi peluang tambahan bagi UMKM yang selama ini telah memiliki pasar sendiri.

Dengan demikian, pelaku usaha mempunyai kesempatan untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan potensi pertumbuhan bisnis. “Insyaallah, peluang-peluang usaha yang bisa kita bangun bersama akan menjadi harapan baru bagi UMKM. Mereka yang sudah mempunyai pasar selama ini bisa mendapatkan peluang tambahan melalui kerja sama dan jaringan bisnis yang lebih luas,” ungkapnya.
Lebih jauh, Karlina menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses pendampingan yang konsisten, kolaborasi berbagai pihak, serta kemauan pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan UMKM naik kelas bukan hanya dilihat dari besarnya omzet atau bertambahnya jumlah produk yang dipasarkan. Lebih dari itu, kemampuan menjaga kualitas, mengelola biaya produksi, memanfaatkan teknologi, membangun jaringan bisnis, dan memperluas pasar menjadi indikator penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Melalui program rutin tahunan yang disiapkan, Kadin Kota Depok berharap UMKM mendapatkan ruang pembelajaran, pendampingan, dan kesempatan bisnis yang lebih luas.
Kehadiran dr. Karlina, MARS, dalam Success Story Talk Show Depok UMKM Expo 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan pendekatan pengembangan usaha yang tidak hanya berorientasi pada motivasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan ekonomi.
Terkait penguatan kapasitas, kolaborasi, digitalisasi, dan perluasan akses pasar, Kadin Kota Depok menargetkan UMKM lokal semakin siap berkembang menjadi usaha yang mandiri, profesional, dan memiliki daya saing lebih kuat. (Irfan)
- Penulis: Irfan Ahdiyat

Saat ini belum ada komentar