NEWS UPDATE
dark_mode
Top Tags

Kasus Sadap Isyaratkan Politisasi Polisi, Bivitri Dorong Reformasi Polri

  • account_circle Robi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Terungkapnya dugaan penyadapan terhadap pejabat tinggi dinilai pakar hukum tata negara Bivitri Susanti sebagai sinyal politisasi lembaga penegak hukum. Ia mendesak reformasi kepolisian dan evaluasi sistem politik agar aparat tidak dipakai oleh penguasa.

Hal itu disampaikan Bivitri dalam videonya yang diunggah Rabu (4/11/2026).

“Kasus ini terungkap karena pergantian Kapolri, tetapi itu menyiratkan adanya politisasi lembaga penegak hukum,” kata Bivitri.

Menurutnya, politisasi itu terjadi karena situasi struktural yang harus dibongkar lewat reformasi Polri. Ia juga menilai sistem politik perlu diperiksa ulang. “Bagaimana mungkin aparat penegak hukum bisa dipakai oleh orang yang berkuasa?” ujarnya.

Bivitri menyinggung istilah “parcok” (partai coklat, kerap dikaitkan dengan polisi dan jaksa) dan “Parjo” yang kini jadi bahan candaan. “Meski jadi lelucon di warung kopi, itu salah dalam sistem ketatanegaraan,” kata dia.

Ia mengingatkan, institusi bersenjata dan berpengaruh yang dipakai untuk menekan hak kebebasan berpendapat masyarakat sipil dapat melahirkan pemerintahan otoriter. Bivitri merujuk film Dirty Vote untuk istilah “institusi berotot”.

Ia juga menyebut target penyadapan warga sipil bukan hal baru. Pegiat hak privasi, kata dia, telah lama mendokumentasikan tekanan terhadap kelompok oposisi lewat penyadapan, doxing, peretasan akun, dan penurunan konten. Menurutnya, laporan-laporan itu tak pernah ditindaklanjuti kepolisian.

“Menyadap warga sipil tanpa pernah menjelaskan dugaan kejahatannya itu ilegal dan harus kita tolak,” ujar Bivitri.

Desakan reformasi Polri dan kritik terhadap penyalahgunaan aparat sebelumnya juga mengemuka lewat film dokumenter Dirty Vote, yang disinggung Bivitri dalam videonya.

  • Penulis: Robi

Komentar Anda (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less